Jumat, 01 Juni 2012

KEBOHONGAN AMERIKA TENTANG PEMBANTAIAN AFGHANISTAN


Apa yang bisa Anda simpulkan dari ketiga "fakta" berikut tentang peristiwa pembantaian massal di Kandahar, Afghanistan, hari Minggu 11 Maret 2012 lalu? 

1. Pernyataan resmi Amerika bahwa pembantaian 9 anak-anak dan 7 orang dewasa itu dilakukan oleh Sersan Robert Bales seorang diri.
2. Keterangan saksi-saksi bahwa pembantaian tersebut dilakukan oleh serombongan pasukan Amerika.
3. Keterangan Robert Bales kepada pengacaranya bahwa ia mengalami "amnesia" atau lupa ingatan tentang malam terjadinya pembantaian.

Berdasarkan pengalaman masa lalu dimana pemerintahan Amerika dipenuhi dengan kebohongan, saya percaya bahwa pembantaian tersebut dilakukan oleh satu regu pembunuh "SOCOM", sementara para malam pembantian tersebut Robert Bales mendapatkan perawatan medis "cuci otak", mungkin dengan dipaksa mengkonsumsi ramuan campuran "Purple Haze" dan "Prozac" ditambah berbagai intimidasi dan penyiksaan hingga membuatnya mengalami amnesia.

Secara logika saja sangat sulit menerima keterangan pemerintah Amerika tentang Bales sebagai pelaku tunggal. Ia dituduh keluar dari pangkalannya tanpa ijin dengan mengendarai HUMVREE, dan melakukan serangkaian pembunuhan berantai dengan senapan yang dibawanya di beberapa lokasi. Ia bahkan sempat menyiramkan bensin ke sebagian mayat korbannya dan membakarnya.

Saksi-saksi yang melihat kejadian menyebutkan pembantaian dilakukan oleh satu regu pasukan yang mabuk. Namun media massa tidak menyinggung sama sekali keterangan ini melainkan mengutip seluruh keterangan pemerintah Amerika.


SATU REGU PASUKAN


Sebuah tim pencari fakta yang dibentuk oleh parlemen Afghanistan menyebutkan bahwa satu regu pasukan Amerika yang terdiri dari 15 hingga 20 orang, terlibat dalam aksi pembantian massal tersebut.

Tim tersebut terdiri dari anggota parlemen Hamidzai Lali, Abdul Rahim Ayubi, Shakiba Hashimi, Syed Mohammad Akhund dan Bismillah Afghanmal, yang semuanya berasal dari provinsi Kandahar ditambah 2 anggota parlemen dari provinsi Badakhshan serta masing-masing 1 orang dari provinsi Khost dan provinsi Farah. Tim berada di sekitar lokasi kejadian selama 2 hari, melakukan wawancara langsung dengan keluarga korban, ketua-ketua suku serta para korban selamat dan kemudian mengumpulkan bukti-bukti peristiwa di distrik Panjwai.

Anggota tim Hamidzai Lali kepada "Pajhwok Afghan News" mengatakan bahwa tim menemukan keterlibatan sekitar 15 hingga 20 tentara Amerika dalam pembantaian keji tersebut.

"Kami meneliti dengan teliti lokasi kejadian, berbicara dengan keluarga korban, orang-orang yang selamat, serta para ketua suku," katanya.

Ia menambahkan bahwa aksi pembantaian berlangsung selama 1 jam dan dilakukan secara terpisah oleh 2 kelompok pasukan di tengah malam.

"Desa-desa yang diserang berada sekitar 1,5 km dari pangkalan militer Amerika. Kami yakin seorang prajurit tidak akan bisa melakukan pembantian di 2 desa dalam waktu 1 jam. Ke 16 korban yang kebanyakan adalah wanita dan anak-anak itu dibunuh oleh 2 kelompok pasukan," kata Lali.

Lali meminta pemerintah Afghanistan, PBB dan masyarakat internasional untuk memastikan para pelaku diadili di Afghanistan sembari menyatakan kemarahannya bahwa pelaku utama pembantaian telah diterbangkan keluar Afghanistan. Ia mengingatkan bahwa rakyat yang marah atas pembantaian tersebut akan melancarkan gerakan melawan pemerintah yang dianggap gagal melindungi rakyat dan bersekongkol dengan penjajah asing.

“Jika masyarakat internasional tidak melakukan tindakan apapun untuk menghukum pelaku, maka Wolesi Jirga (dewan perwakilan rakyat tidak resmi yang terdiri dari para ketua suku dan pemuka masyarakat) akan menyatakan pasukan asing sebagai penjajah sebagaimana Uni Sovyet," kata Lali.

Presiden Hamid Karzai sendiri yang tersudut oleh peristiwa pembantaian ini telah mendesak pemerintah Amerika untuk "serius" menangani kasus ini serta meminta percepatan penarikan pasukan asing dari Afghanistan.



ALASAN TERJADINYA PEMBANTAIAN
Bagi pengamat politik yang jeli peristiwa pembantaian tgl 11 Maret lalu bisa jadi dirancang pemerintah Amerika untuk tujuan memberi "alasan" penarikan pasukan mereka dari Afghanistan tanpa mempermalukan Amerika. Dengan alasan "memenuhi kehendak rakyat Afgahnistan", mereka bisa menutupi hal yang sebaliknya, "kekalahan memalukan dan menyakitkan".

Atau bisa saja pembantaian tersebut dilakukan untuk menciptakan ketegangan baru di Afghanistan sehingga memberi alasan Amerika untuk mempertahankan pasukannya yang mungkin akan bisa digunakan untuk menyerang Iran kelak.


sumber:

"Is ZOG Lying About Bale’s Afghan Spree Killing?"; incogman.net; 19 Maret 2012

"Up to 20 US troops executed Panjwai massacre"; Bashir Ahmad Naadimon;pajhwok.com; 15 Maret 2012.

2 komentar:

  1. Waktu sy masih islam sy emang berpikir terus, apa benar agama sy ini?
    Agama ini membolehkan beristri banyak dan juga boleh menceraikan istri jika sang istri punya kekurangan misalnya MANDUL, bukankah mandul atau tidak itu kehendak Tuhan? Yg berarti kita tdk mampu menerima kehendak Tuhan..

    Dgn alasan tertentu umat boleh membunuh, memancung, memotong, bertindak kejam dgn org KAFIR (bukan islam), disini juga terasa bhw islam ajaran agama paling picik, jahat dan buas, bahkan hukum buatan manusia masih lebih baik drpd hukuman agama ini..

    Meski terjadi pengaburan tentang sejarah penyaliban Isa, namun sangat jelas dlm Alquran justru Isa Almasih yg diberi gelar2 dan keistimewaan yg luar biasa, sedangkan muhammad itu tdk lebih sbg makelar dan tukang jagal yg ingin sederajat dgn sesembahannya..

    Membandingkan kisah2 surga dari kitab2 semua agama, maka surga Islam gambarannya persis KOMPLEK PELACURAN TINGKAT TINGGI. Dgn ditemani bidadari2 bermata jeli yg selalu perawan dan bertelekan kasur2 yg empuk sambil minum khamar murni (minuman yg memabukan)..

    Dlm sholat kita diwajibkan bersaksi bhw muhammad itu Rasul, pdhal kita tdk tahu atau tdk sepantasnya bersaksi, artinya kita diajarkan menjadi saksi palsu/dusta..
    Saksi palsu itu jelas2 dosa, tapi mengapa tindakan dosa ini diwajibkan? Mengapa agama islam memaksakan umat utk berbuat dosa?

    Lalu dlm kehidupan nyata, demi menegakkan islam yg kian rapuh maka dlm pengajarannya para ulama dan pemrakarsa islam sejenis semakin membuat propaganda, pembodohan, kekacauan dan kehancuran didunia ini..

    Nahh.., dari semua ajaran itu jls ajaran setan atau itulah iming2 setan dlm menjerumuskan manusia.
    Artinya kita jgn dulu bicara terlalu tinggi misalnya apakah benar Muhammad itu utusan Tuhan? Apakah benar Yesus itu Tuhan? Apakah benar islam atau kristen agama Allah? Apakah benar Taurat dan injil itu palsu atau alquran itu bkn wahyu Allah?

    Kita nilai saja hal2 yg realistis dan logis sesuai hati nurani sperti yg sy paparkan diatas tadi.
    Inilah alasan sy menyatakan pindah Agama, terlalu banyak kejanggalan2 dlm islam bila kita dg hati jernih mempelajari alquran dan hadis..

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan,,kalau saya sih tidak sependapat dengan anda @anonim

      Hapus