Sabtu, 21 April 2012

Kesalahan Penerjemahan yang Mengubah Dunia

sperma ikan paus kartun, kartun sperma ikan paus, ikan paus sperma gambar, gambar sperma ikan paus, ikan paus sperma gambar, gambar sperma ikan paus, ilustrasi paus sperma, ilustrasi sperma ikan paus Pada suatu ketika, seorang kawan mengirimkan tautan dari sebuah situs berita online nasional yang membuat saya terkonclang tertawa bergulingan di teras rumah bu RT. Tautan itu merujuk pada satu berita yang sepertinya diambil dari media berbahasa Inggris dan diterjemahkan. Judul beritanya: Sperma Raksasa Ikan Paus Dipindahkan dari Pantai.

Isi beritanya antara lain memuat kalimat “Sebuah sperma ikan paus yang panjangnya mencapai 13 meter dipindahkan dari sebuah pantai di Inggris. Butuh waktu lima jam untuk memotong sperma itu.”

Meskipun jika sekarang link berita ini dikunjungi, berita tersebut sudah direvisi, namun judul awalnya tetap dilihat pada alamat tautan itu sendiri.

Mengerikan memang, betapa sebuah kesalahan penerjemahan dapat mengarahkan audiens pada kekeliruan yang menggelikan. Jika si audiens mengerti kesalahan berita tersebut di atas, maka akan menimbulkan perasaan geli, gemas atau pasrah. Namun jika audiens tidak mengetahui asal muasal berita dan menyerap isinya apa adanya, maka akan menimbulkan… eerr… entahlah, apa yang akan timbul di benak ketika membayangkan sperma 13 meter?

***

Demikianlah, contoh ringan dari kesalahan penerjemahan dan dampaknya. Tapi ternyata, karena secara takdir dan perkembangannya, manusia, budaya, kondisi alam, membagi dunia ke dalam bahasa-bahasa berbeda yang ribuan jumlahnya, kekeliruan penerjemahan menjadi suatu masalah yang akhirnya bahkan mampu mengubah dunia itu sendiri.

Ketika mendapat tugas presentasi pada mata kuliah Sosiolinguistik beberapa waktu yang lalu, saya menampilkan “tanduk musa” sebagai contoh bagaimana bahasa (khususnya kesalahan penerjemahan) dapat mempengaruhi budaya.

Patung dan lukisan seniman abad pertengahan termasuk Michaelangelo selalu menggambarkan Moses (Musa) dengan tanduk di kepalanya. Hal ini terjadi karena kesalahan interpretasi bahasa Ibrani kuno pada Al-kitab yang menerjemahkan istilah yang arti sesungguhnya adalah ‘kulitnya bersinar’ dengan terjemahan ‘tanduk’.

Lalu pada sebuah situs, disebutkan pula beberapa kesalahan penerjemahan yang mengubah sejarah dunia, di antaranya adalah:

1. Mars pernah dihuni ras berintelejensia tinggi yang membangun kanal di planet itu.

Konon di planet tetangga bumi ini ditemukan kanal-kanal buatan makhluk berakal yang kemungkinan adalah alien penduduk asli Mars (Martians). Kanal-kanal tersebut diasumsikan adalah upaya gagal Martians menyelamatkan planet mereka dari ancaman kekeringan masal.

 

Pemahaman adanya kanal-kanal air buatan makhluk hidup di planet Mars ini mengilhami banyak karya fiksi ilmiah di antaranya The War of the Worlds karangan penulis terkenal H.G. Wells dan novel Edgar Rice Burroughs, berjudul A Princess of Mars yang kesemuanya memuat topik terkait kanal-kanal buatan di Mars.

Padahal, isu adanya kanal buatan alien di Mars ini muncul karena kesalahan penerjemahan oleh Astronomer Percival Lowell yang membaca karya astronomer Italia pada tahun 1877 Giovanni Schiaparelli. Schiaparelli menuliskan bahwa dalam pengamatannya, Mars memiliki “canali” di permukaannya. Kata “canali” ini oleh Lowell diartikan sebagai “kanal”. Kanal dalam definisinya adalah “saluran BUATAN MANUSIA”. Sementara sebenarnya “canali” yang dimaksudkan Schiaparelli makna tepatnya adalah “perbedaan tinggi permukaan tanah” yang disebabkan fenomena alamiah.

2. Kesalahan penerjemahan idiom Rusia yang hampir memicu perang nuklir
Pada tahun 1956, di mana perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat mencapai ketegangan tertingginya, Pimpinan Kabinet (Premier) Uni Soviet – Nikita Sergeyevich Khrushchev berpidato terkait persaingan mereka dengan Amerika serikat. Salah satu bagian dari pidatonya tersebut diartikan oleh media-media Amerika sebagai ancaman, yaitu kata-kata “Kami akan menguburkan kalian!”

Berita ancaman ini menimbulkan kemarahan dan kesiagaan perang di negara Paman Sam. Persiapan perang nuklir dilakukan hingga level paling waspada. Sayangnya, ada satu masalah; Khrushchev sama sekali tidak pernah mengucapkan ancaman tersebut.

 

Kalimat yang diartikan media Amerika sebagai ancaman perang “Kami akan menguburkan kalian!” itu aslinya adalah idiom atau pepatah asli bahasa Rusia yang makna literalnya memang “kami akan hadir ketika kalian dimakamkan!”. Namun arti idiom tersebut sebenarnya tidak kurang tidak lebih adalah “kami lebih baik dari kalian”, itu saja.

3. Pidato pertama presiden Amerika di negara Komunis
Masih seputar perang dingin, pada tahun 1973, presiden Amerika Serikat saat itu – Jimmy Carter, berpidato di Polandia yang merupakan negara komunis. Mudahnya, untuk menggambarkan pentingnya pidato tersebut, bayangkan saja Presiden Barrack Obama hari ini berpidato di negara yang dikuasai Taliban.

Celakanya, pidato Carter di Polandia ini akhirnya menjadi bahan tertawaan rakyat Polandia bahkan hingga saat ini. Penyebabnya adalah kalimat Carter “saya mencoba memahani opini rakyat Polandia dan mencoba mengerti keinginan kalian di masa depan” diterjemahan oleh penerjemah lokal menjadi “saya ingin dan perlu berhubungan seks dengan rakyat Polandia”



4. Bom Atom
Siapa tidak tahu peristiwa pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945? Tahu semua? Tapi tahukah kalau tragedi perang paling mengerikan sepanjang sejarah tersebut terjadi karena kesalahan penerjemahan?

Pada Juli 1945, Amerika Serikat menerbitkan Postdam Declaration yang isinya menuntut Jepang menyerah tanpa syarat atau diserang dengan kekuatan yang menghancurkan secara total.

Jepang yang saat itu sebenarnya sudah terdesak, mengeluarkan pernyataan balasan berisikan kalimat “untuk sementara tidak ada komentar, kami akan memikirkan tawaran tersebut”.

Celakanya, pernyataan “no comment” perdana mentri jepang saat itu – Kantaro Suzuki yang diucapkan dalam bahasa Jepang “mokusatsu” diartikan menjadi “Kami tidak akan memperdulikan ultimatum sampah itu”.

 

Hasilnya?

Presiden Harry Truman marah, dan 10 hari setelah pernyataan perdana mentri Jepang itu dikeluarkan, Hiroshima rata dengan tanah, disusul Nagasaki 3 hari kemudian.

5. Penerjemahan di dunia kesehatan

Konon banyak sekali kekeliruan fatal penerjemahan di bidang ini, namun saya tidak sempat melakukan penelusuran secara lengkap. Satu contoh mungkin mewakili, ketika seorang pasien Spanyol meminum obat tekanan darah 11 kali sehari karena kata “once” dalam bahasa spanyol berarti “sebelas”.

6. Lidah berpeta rasa
Di SMA, kita diajari bahwa lidah kita memiliki kemampuan merasa yang berbeda pada tiap bagiannya. Ujung lidah untuk merasakan rasa manis, sisi depan untuk rasa asin, sisi belakang untuk asa, dan pangkal lidah untuk rasa pahit.

Informasi tersebut di atas adalah salah, karena faktanya, telan saja gula, maka di bagian manapun lidah, tetap saja terasa manis, atau telan saja garam, semua bagian lidah akan merasa asin, atau putus cinta saja, maka menelan ludah pun akan terasa pahit sampai ke hati *eh*.

Kesalahan ini terjadi karena lagi-lagi kesalahan penerjemahan hasil riset seorang Jerman – D.P. Hanig pada tahun 1901 (!).
 
***

Sebenarnya, ada banyak lagi kesalahan penerjemahan yang dapat dijadikan contoh. Misalnya pernyataan terkenal presiden Iran – Mahmoud Ahmadinejad yang akan “menghapuskan Israel dari peta” ternyata hanyalah kesalahan penerjemahan pers yang arti sebenarnya adalah “rejim yang menduduki Jerusalem saat ini harus dihilangkan di masa depan“.

Namun pembahasan masalah ini akan membawa topik yang lebih sensitif dan cenderung bias, hingga tujuan awal tulisan justru tidak tercapai.

Akhirul qalam, apapun bahasa yang kita pakai, teruslah menjadi bagian besar dari kesatuan umat manusia, karena sesungguhnya bahasa hati kita akan selalu sama…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar