Rabu, 08 Februari 2012

Islam dan Musik menjadi Misi Hidup Rapper Brother Ali

Islam dan Musik menjadi Misi Hidup Rapper Brother Ali

REPUBLIKA.CO.ID, "Rasul benar-benar contoh berjalan tentang keunggulan manusia dan beliau menunjukkan seluruh potensi dalam diri yang mungkin dilakukan sesorang," ujar Ali. Ia memiliki pemaparan menarik tentang alasan yang mengubah dirinya: seorang remaja pemarah yang berjuang hidup di Midwest menjadi bintang Hip-Hop yang akhirnya keliling dunia dengan musiknya.

"Ada banyak peristiwa yang berperan mengubah hidup saya," ujar Ali. Beberapa peristiwa besar itu ialah terlibat dengan Islam dan terlibat dengan musik.

Ali terlahir dengan nama Jason Newman. Ia memiliki kelainan genetika pigmen, Albino yang juga kerap disertai gangguan penglihatan.

Masa kecilnya diwarnai dengan sikap kejam dan penolakan dari teman-teman kulit putihnya. "Saat anak-anak saya seperti orang buangan," kenangnya. Ia justru menemukan rumah ketika bersama teman-temanya Afro-Amerika.

"Ketika saya lewat melintas kerumunan kulit putih dan mendengar semua kata-kata rasisme dan supremasi kulit putih, sungguh membuat saya bingung dan kesal."

Namun Ali, 33 tahun, mengatakan Islam yang ia peluk pada usia 15 tahun telah membantunya melalui masa-masa sulitnya. Ia berpisah dengan istrinya yang ia nikahi selama 10 tahun, sempat menjadi gelandangan dan kini tengah mencoba mengamankan hak asuh atas anak lelakinya. "Islam telah membantu saya dari banyak hal tadi. Agama ini membantu saya memahami diri saya dan dunia lebih baik,"

Misi

Bagi Ali, yang baru-baru ini membungkus tur keliling dunia untuk mempromosikan album 'US', menjadi solid dengan keyakinannya di tengah kaum elit Hip-Hop bukanlah hal mudah. Namun, begitu ia mengingat Rasul Muhammad, ia bisa menjadi pribadi lebih sabar dan teguh.

"Salah satu pesan utama lewat Al Qur'an dan dari tradisi Rasul Muhammad adalah ide keunggulan, bahwa semua yang Muslim lakukan, mereka ingin melakukan dengan sempurna dan selalu ingin berkualitas. Saya sangat terinspirasi oleh itu," ujarnya. Ali pun meyakini dengnan musiknya dan keyakinan Islam-nya, ia menjalankan misi tersebut.

"Saya percaya inilah alasan mengapa saya dilahirkan, ini pekerjaan saya dan tujuan saya sebagai Muslim, untuk melakukan terbaik yang bisa saya lakukan." ujarnya. Lirik lagu-lagunya menyoal semua perjuangan hidupnya, mulai masalah rasisme di Amerika hingga perang. Khusus dalam album terakhir ia menulis sebuah lagu tentng perang.

"Kita sebagai warga Amerika dibuat untuk melekat dengan patriotisme buta. Saya membuat lagi tentang perasaan ini, tentang sisi bawah Amerika yang kita tak pernah benar-benar dengar," paparnya.

"Karena lagu ini saya kehilangan satu kesempatan tur yang selama ini saya tunggu. Ketika kami di Australia, Departemen Keamanan Dalam Negeri membekukan semua data kami. Saya duga lagu tersebut dan kontroversinya yang menyebabkan itu semua," tutur Ali.

Namun Ali, ayah dari Seorang putra Fahim, 9 tahun, dan putri, Soulaila, 2 tahun, mengaku tidak ingin mengompromikan keyakinannya. "Apa yang penting ketika menerapkan Islam dalam kehidupan adalah tidak berpura-pura menjadi orang lain. Itulah mengapa dalam musik saya, saya mencoba tidak bersikap munafik dan mengekspresikannya dengan cara paling paling jujur."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar